Kenanilah arti kata 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀, dimana arti kata 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀 itu artinya 𝐁𝐚𝐩𝐚 dan 𝐀𝐧𝐚𝐤. Dan arti 𝐁𝐚𝐩𝐚 dan 𝐀𝐧𝐚𝐤, itulah seperti yang dikatakan YESHUA di Yohanes 10:30 . Dan arti dari 𝐁𝐚𝐩𝐚 𝐝𝐢𝐬𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐘𝐀𝐇𝐇 atau 𝐘𝐇𝐕𝐇 dari kata YE SHUA, sedangkan kata Anak adalah 𝐌𝐎𝐒𝐇𝐈𝐀 atau 𝐌𝐄𝐒𝐈𝐀𝐒 yang artinya 𝐉𝐔𝐑𝐔𝐒𝐄𝐋𝐀𝐌𝐀𝐓 yang berasal dari kata YE SHUA . Dimana kata 𝐌𝐎𝐒𝐇𝐈𝐀 yang dbentuk katanya berasal dari kata dasar nya kata 𝐘𝐚𝐬𝐡𝐚 yaitu kata kerja yang artinya 𝐌𝐄𝐍𝐘𝐄𝐋𝐀𝐌𝐀𝐓𝐊𝐀𝐍.
Arti dari kata 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀 yaitu 𝐁𝐚𝐩𝐚 (𝐘𝐇𝐕𝐇) dan 𝐀𝐧𝐚𝐤 (𝐌𝐎𝐒𝐇𝐈𝐀) yang adalah Satu. Jadi tidak ada artinya 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀 itu hanyalah Bapa, atau hanyalah Anak yang saling terpisah, tetapi satu kesatuan, yang adalah satu yaitu Bapa itu sendiri yang bekerja untuk menyelamatkan. Sebab kata 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀 disini itu dibentuk dari dua kata yaitu kata 𝐁𝐚𝐩𝐚 (𝐘𝐇𝐕𝐇) yang sebagai Subjek atau Pelaku, sedangkan kata 𝐀𝐧𝐚𝐤 (𝐌𝐎𝐒𝐇𝐈𝐀) yang adalah Cara Kerja-Nya Bapa, artinya Bapa sendiri yang melakukan Pekerjaan
1. Arti 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀 itu artinya 𝐀𝐤𝐮 (𝐀𝐧𝐚𝐤 - 𝐌𝐎𝐒𝐇𝐈𝐀) dan 𝐁𝐚𝐩𝐚 (𝐘𝐇𝐕𝐇) adalah Satu! Ada tertulis : 𝐀𝐤𝐮 dan 𝐁𝐚𝐩𝐚 adalah Satu. Yohanes 10:30
Jadi maksud dari kata 𝐀𝐤𝐮 disini adalah 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚-𝐍𝐲𝐚 𝐁𝐚𝐩𝐚 sendiri yang bekerja untuk menyelamatkan. Oleh karena itu pendekatan dari kata 𝐀𝐤𝐮 disini adalah 𝐁𝐚𝐩𝐚 itu sendiri (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 14:7-9) Yang Bekerja Untuk Menyelamatkan.
|
Maksud dari kata 𝐀𝐤𝐮 disini adalah 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚-𝐍𝐲𝐚 𝐁𝐚𝐩𝐚 sendiri yang bekerja untuk menyelamatkan, ada tertulis :
a. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi 𝐁𝐚𝐩𝐚, 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐚𝐦 𝐝𝐢 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐀𝐤𝐮, 𝐃𝐢𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚𝐚𝐧-𝐍𝐲𝐚. 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 14:10
b. Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab 𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐩𝐚, 𝐢𝐭𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤. 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 5.19
c. 𝐒𝐞𝐛𝐚𝐛 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐁𝐚𝐩𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐤𝐢𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠-𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐭𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚, 𝐝𝐞𝐦𝐢𝐤𝐢𝐚𝐧 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠𝐬𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐤𝐞𝐡𝐞𝐧𝐝𝐚𝐤𝐢-𝐍𝐲𝐚. 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 5.21
d. tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, 𝐩𝐞𝐫𝐜𝐚𝐲𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚𝐚𝐧-𝐩𝐞𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮, 𝐬𝐮𝐩𝐚𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐛𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐭𝐚𝐡𝐮𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐫𝐭𝐢, 𝐛𝐚𝐡𝐰𝐚 𝐁𝐚𝐩𝐚 𝐝𝐢 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐀𝐤𝐮 𝐝𝐚𝐧 𝐀𝐤𝐮 𝐝𝐢 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐁𝐚𝐩𝐚." 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 10.38
|
2. Arti 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀 itu artinya 𝐁𝐚𝐩𝐚 sendiri yang adalah 𝐉𝐮𝐫𝐮𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭!
𝐀𝐤𝐮 = 𝐌𝐎𝐒𝐇𝐈𝐀 dan 𝐁𝐚𝐩𝐚 = 𝐘𝐀𝐇𝐇 (𝐘𝐇𝐕𝐇)
Dan arti dari kata 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀 yang artinya : 𝗬͟𝗔͟𝗛͟𝗛͟ Will Save, 𝗬͟𝗔͟𝗛͟𝗛͟ Saves. Etymology : From (1) יה (𝗬͟𝗔͟𝗛͟𝗛͟), the name of the Lord, and (2) the verb ישע (𝗬͟𝗮͟𝘀͟𝗵͟𝗮͟'), to save. https://www.abarim-publications.com/Meaning/Jesus.html
|
3. 𝐀𝐫𝐭𝐢 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀 𝐢𝐭𝐮 𝐚𝐫𝐭𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐁𝐚𝐩𝐚 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧.
Jadi arti dari kata YESHUA disini, itu artinya Bapa sendiri yang bekerja untuk menyelamatkan. Jadi jika kata menyelamatkan disematkan menjadi pelaku, maka menjadi kata Penyelamatkan atau Juruselamat. Maka Pelaku yang adalah Penyelamat atau Juruselamat adalah Bapa itu sendiri yang adalah YAHH (YHVH).
|
4. 𝐀𝐫𝐭𝐢 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐢𝐭𝐮 𝐚𝐫𝐭𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚-𝐍𝐲𝐚 𝐁𝐚𝐩𝐚!
Dan kata Yasha disini adalah Kata Kerja, yang adalah Cara Kerja-Nya Bapa sendiri untuk menyelamatkan. Atau dengan kata lain, kata Anak itu artinya Cara Kerja-Nya Bapa! Jadi kata Anak disini bukanlah anak anakan atau anak yang berbentuk fisik, atau daging, tetapi arti dari kata Anak itu artinya Cara Kerja-Nya Bapa!
|
𝟓. Oleh karena itu 𝐀𝐫𝐭𝐢 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐀𝐤𝐮 𝐝𝐢𝐬𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐁𝐚𝐩𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 14:7-9) Yang Bekerja Untuk Menyelamatkan.
Ada tertulis :
a. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐢𝐧𝐢 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐃𝐢𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐃𝐢𝐚." 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 14:7
b. Kata Filipus kepada-Nya: "𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧, 𝐭𝐮𝐧𝐣𝐮𝐤𝐤𝐚𝐧𝐥𝐚𝐡 𝐁𝐚𝐩𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐢, 𝐢𝐭𝐮 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐜𝐮𝐤𝐮𝐩 𝐛𝐚𝐠𝐢 𝐤𝐚𝐦𝐢." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠𝐬𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐀𝐤𝐮, 𝐢𝐚 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐁𝐚𝐩𝐚; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 14:7-8
c. Maka kata mereka kepada-Nya: "𝐃𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐁𝐚𝐩𝐚-𝐌𝐮?" Jawab Yesus: "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau 𝐬𝐞𝐤𝐢𝐫𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐀𝐤𝐮, 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐁𝐚𝐩𝐚-𝐊𝐮." Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa 𝐀𝐤𝐮𝐥𝐚𝐡 𝐃𝐢𝐚, kamu akan mati dalam dosamu." 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 8:19,24.
Sdraku Daniel Alexander Taliwongso, kenanilah arti kata 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀, dimana arti kata 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀 itu artinya 𝐁𝐚𝐩𝐚 dan 𝐀𝐧𝐚𝐤. Dan arti 𝐁𝐚𝐩𝐚 dan 𝐀𝐧𝐚𝐤, itulah seperti yang dikatakan YESHUA di Yohanes 10:30. Dan arti dari 𝐁𝐚𝐩𝐚 𝐝𝐢𝐬𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐘𝐀𝐇𝐇 atau 𝐘𝐇𝐕𝐇 dari kata YESHUA, sedangkan kata Anak adalah 𝐌𝐎𝐒𝐇𝐈𝐀 (𝐌𝐄𝐒𝐈𝐀𝐒) yang artinya 𝐉𝐔𝐑𝐔𝐒𝐄𝐋𝐀𝐌𝐀𝐓 , dimana kata 𝐌𝐎𝐒𝐇𝐈𝐀 yang dikonjungasikan berasal dari kata 𝐘𝐚𝐬𝐡𝐚 yaitu kata kerja yang artinya 𝐌𝐄𝐍𝐘𝐄𝐋𝐀𝐌𝐀𝐓𝐊𝐀𝐍.
Arti dari kata 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀 yaitu 𝐁𝐚𝐩𝐚 (𝐘𝐇𝐕𝐇) dan 𝐀𝐧𝐚𝐤 (𝐌𝐎𝐒𝐇𝐈𝐀) adalah Satu. Jadi tidak ada artinya 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀 itu hanyalah Bapa, atau hanyalah Anak. Sebab kata 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀 disini itu dibentuk dari dua kata yaitu kata 𝐁𝐚𝐩𝐚 (𝐘𝐇𝐕𝐇) dan kata 𝐀𝐧𝐚𝐤 (𝐌𝐎𝐒𝐇𝐈𝐀)
1. Arti 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀 itu artinya 𝐀𝐤𝐮 (𝐀𝐧𝐚𝐤 - 𝐌𝐎𝐒𝐇𝐈𝐀) dan 𝐁𝐚𝐩𝐚 (𝐘𝐇𝐕𝐇) adalah Satu! Ada tertulis : 𝐀𝐤𝐮 dan 𝐁𝐚𝐩𝐚 adalah Satu. Yohanes 10:30
Jadi maksud dari kata 𝐀𝐤𝐮 disini adalah 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚-𝐍𝐲𝐚 𝐁𝐚𝐩𝐚 sendiri yang bekerja untuk menyelamatkan. Oleh karena itu pendekatan dari kata 𝐀𝐤𝐮 disini adalah 𝐁𝐚𝐩𝐚 itu sendiri (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 14:7-9) Yang Bekerja Untuk Menyelamatkan.
|
Maksud dari kata 𝐀𝐤𝐮 disini adalah 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚-𝐍𝐲𝐚 𝐁𝐚𝐩𝐚 sendiri yang bekerja untuk menyelamatkan, ada tertulis :
a. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi 𝐁𝐚𝐩𝐚, 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐚𝐦 𝐝𝐢 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐀𝐤𝐮, 𝐃𝐢𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚𝐚𝐧-𝐍𝐲𝐚. 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 14:10
b. Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab 𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐁𝐚𝐩𝐚, 𝐢𝐭𝐮 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤. 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 5.19
c. 𝐒𝐞𝐛𝐚𝐛 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐬𝐞𝐩𝐞𝐫𝐭𝐢 𝐁𝐚𝐩𝐚 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐠𝐤𝐢𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠-𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐭𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚, 𝐝𝐞𝐦𝐢𝐤𝐢𝐚𝐧 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠𝐬𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐤𝐞𝐡𝐞𝐧𝐝𝐚𝐤𝐢-𝐍𝐲𝐚. 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 5.21
d. tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, 𝐩𝐞𝐫𝐜𝐚𝐲𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚𝐚𝐧-𝐩𝐞𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮, 𝐬𝐮𝐩𝐚𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐛𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐭𝐚𝐡𝐮𝐢 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐫𝐭𝐢, 𝐛𝐚𝐡𝐰𝐚 𝐁𝐚𝐩𝐚 𝐝𝐢 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐀𝐤𝐮 𝐝𝐚𝐧 𝐀𝐤𝐮 𝐝𝐢 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐁𝐚𝐩𝐚." 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 10.38
|
2. Arti 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀 itu artinya 𝐁𝐚𝐩𝐚 sendiri yang adalah 𝐉𝐮𝐫𝐮𝐬𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭!
𝐀𝐤𝐮 = 𝐌𝐎𝐒𝐇𝐈𝐀 dan 𝐁𝐚𝐩𝐚 = 𝐘𝐀𝐇𝐇 (𝐘𝐇𝐕𝐇)
Dan arti dari kata 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀 yang artinya : 𝗬͟𝗔͟𝗛͟𝗛͟ Will Save, 𝗬͟𝗔͟𝗛͟𝗛͟ Saves. Etymology : From (1) יה (𝗬͟𝗔͟𝗛͟𝗛͟), the name of the Lord, and (2) the verb ישע (𝗬͟𝗮͟𝘀͟𝗵͟𝗮͟'), to save. https://www.abarim-publications.com/Meaning/Jesus.html
|
3. 𝐀𝐫𝐭𝐢 𝐘𝐄𝐒𝐇𝐔𝐀 𝐢𝐭𝐮 𝐚𝐫𝐭𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐁𝐚𝐩𝐚 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐥𝐚𝐦𝐚𝐭𝐤𝐚𝐧.
Jadi arti dari kata YESHUA disini, itu artinya Bapa sendiri yang bekerja untuk menyelamatkan. Jadi jika kata menyelamatkan disematkan menjadi pelaku, maka menjadi kata Penyelamatkan atau Juruselamat. Maka Pelaku yang adalah Penyelamat atau Juruselamat adalah Bapa itu sendiri yang adalah YAHH (YHVH).
|
4. 𝐀𝐫𝐭𝐢 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐢𝐭𝐮 𝐚𝐫𝐭𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐂𝐚𝐫𝐚 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚-𝐍𝐲𝐚 𝐁𝐚𝐩𝐚!
Dan kata Yasha disini adalah Kata Kerja, yang adalah Cara Kerja-Nya Bapa sendiri untuk menyelamatkan. Atau dengan kata lain, kata Anak itu artinya Cara Kerja-Nya Bapa! Jadi kata Anak disini bukanlah anak anakan atau anak yang berbentuk fisik, atau daging, tetapi arti dari kata Anak itu artinya Cara Kerja-Nya Bapa!
|
𝟓. Oleh karena itu 𝐀𝐫𝐭𝐢 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐀𝐤𝐮 𝐝𝐢𝐬𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐁𝐚𝐩𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 14:7-9) Yang Bekerja Untuk Menyelamatkan.
Ada tertulis :
a. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐢𝐧𝐢 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐃𝐢𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐃𝐢𝐚." 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 14:7
b. Kata Filipus kepada-Nya: "𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧, 𝐭𝐮𝐧𝐣𝐮𝐤𝐤𝐚𝐧𝐥𝐚𝐡 𝐁𝐚𝐩𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐢, 𝐢𝐭𝐮 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐜𝐮𝐤𝐮𝐩 𝐛𝐚𝐠𝐢 𝐤𝐚𝐦𝐢." Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? 𝐁𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠𝐬𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐀𝐤𝐮, 𝐢𝐚 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐁𝐚𝐩𝐚; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 14:7-8
c. Maka kata mereka kepada-Nya: "𝐃𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐁𝐚𝐩𝐚-𝐌𝐮?" Jawab Yesus: "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau 𝐬𝐞𝐤𝐢𝐫𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐀𝐤𝐮, 𝐤𝐚𝐦𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐁𝐚𝐩𝐚-𝐊𝐮." Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa 𝐀𝐤𝐮𝐥𝐚𝐡 𝐃𝐢𝐚, kamu akan mati dalam dosamu." 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 8:19,24.
Kitab Suci menjelaskannya dalam istilah spiritual. “Dia ada sebelum segala sesuatu, dan di dalam-Nya segala sesuatu dipersatukan” (Kolose 1:17).
Penghormatan bagi YESUS adalah pertobatanmu. Dan upah segala pertobatanmu adalah kewajiban dan hutang bagi YESUS yang harus digenapi untukmu, sebab YESUS berkenan menyatakan-Nya. Dan karena itu penghormatan bagi YESUS adalah kewajiban YESUS untukmu, sebab YESUS adalah Kasih bagi Anak-Anak-Nya di dalam pertobatan. Kasih YESUS akan segera dan tidak menunggu lama. Kasih YESUS tak terbatas bagimu, tidak terukur kedalam samudera raya dan alam semesta ini, yang tidak kamu ketahui.
Tentang Kuasa-Nya YESUS adalah pengampunan dosa, YESUS tidak menekankan tentang batas waktu tertentu; waktu yang lampau atau waktu sekarang atau waktu yang akan datang. Namun objeknya yang ditujukan oleh YESUS akan “Kuasa-Nya di dunia ini”.
Renungan : manusia boleh menyatakan kuasanya, namun dibatasi oleh waktu dalam satuan waktu periode tertentu dan tempat tinggalnya (berdasarkan tanda pengenal kependudukannya). Dan bagaimanapula masa hidupnya (Mazmur 90:10; Kejadian 6:3) ?
Kuasa-Nya YESUS mengampuni dosa “di dunia ini”, menyatakan :
a. Kuasa-Nya YESUS tidak dibatasi oleh waktu. Sebab bukan waktu yang menghasilkan dunia, melainkan rotasi dan revolusi dari dunia ini yang menghasilkan waktu. Dan karena itu tidak dibatasi oleh waktu melainkan sejak dunia ini dijadikan hingga akhir dari awal penciptaan kembali (Mat 19:28; Wahyu 20:11).
Sejak awal dunia ini dijadikan dengan diciptakan-Nya manusia yang pertama, sebelum kedatangan YESUS di dunia ini, siapakah yang berkuasa melakukan Kuasa-Nya untuk mengampuni dosa? Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." (Yoh 8:58).
b. Kuasa-Nya YESUS tidak dibatasi oleh wilayah atau negara atau benua tertentu. Sebab di dunia ini dimuati segala wilayah, negara dan benua. Dan bagaimana manusia? Sebab yang berkenan dengan dosa adalah manusia, dan karena itu tidak ada seorangpun di dunia ini yang luput dari dosa.
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." Mat_18:20.
c. Dan ketahauilah kamu semua sebab, Dialah Allah yang hidup yang berkuasa yang tidak dibatasi waktu dan ruang untuk mengampuni dosamu.
Supaya dunia manusia mengetahuinya, Mat 9:6; Mar 2:10; Luk 5:24 bahwa di dunia ini hanyalah YESUS yang berkuasa mengampuni segala dosa manusia dengan dunianya.
a. YESUS telah menyatakan kuasa-Nya pengampuanan dosa : tentang waktu yang tidak dibatasi mulai dari awal zaman, pertengahan zaman hingga akhir zaman
b. YESUS telah menyatakan kuasa-Nya pengampunan dosa: tentang manusia dengan jumlah manusia yang telah bebuat dari satu dosa menjadi banyak segala dosa, mulai awal zaman, pertengahan zaman hingga akhir zaman.
YESUS dengan tegas, bahwa di dunia ini, hanyalah YESUS yang berkuasa mengampuni dosa, dan tidak ada yang lain yang berkuasa, selain dari pada Dia yang telah menyatakannya.
Tentang kuasa-Nya pengampunan dosa, YESUS tidak menekankan tentang waktu ini : waktu yang lampau atau sekarang atau yang akan datang.
Namun tentang Kuasa-Nya pengampunan dosa. YESUS menyatakan di dunia ini : dimana manusia mulainya ada di dunia ini dari awal zaman, pertengahan zaman hingga akhir zaman, hanyalah Dia yang telah menyatakan Kuasa-Nya.
Sebab yang yang berkenan dengan dosa adalah yang hidup di dunia ini hanyalah ada pada manusia yang telah ada, yang sudah ada, dan yang akan datang yang telah berbuat dosa
𝘚𝘦𝘣𝘢𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘴𝘥𝘳𝘢 𝘱𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳𝘪 𝘥ari penjelasan sdra Dr Yonathan Biblikos, bahwa YESUS KRITUS bukanlah 100 persen manusia, artinya YESUS KRISTUS bukanlah manusia. Dengan demikian kata 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 atau 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧𝐥𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐠𝐢𝐧𝐠, yang berjumlah lebih dari 80 an kata di dalam seluruh Kitab Suci Perjanjian Baru!
|
𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 atau 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧𝐥𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐠𝐢𝐧𝐠!
|
Apa buktinya, bahwa 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu bukanlah 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 atau bukanlah 𝐝𝐚𝐠𝐢𝐧𝐠?
|
Kitab Suci sudah sangatlah jelas mencatat di Yohanes 1:1 bahwa 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐝𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐮𝐥𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐒𝐚𝐧𝐠 𝐋𝐨𝐠𝐨𝐬 𝐢𝐭𝐮 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, oleh karena itu 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐝𝐚 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐞𝐫𝐭𝐢𝐚𝐧 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, yang 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚.
|
|𝐃𝐢𝐬𝐢𝐧𝐢𝐥𝐚𝐡 𝐰𝐚𝐤𝐭𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐤𝐢𝐭𝐚 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐩𝐢𝐤𝐢𝐫!|
1. Apakah 𝐘𝐄𝐒𝐔𝐒 𝐊𝐑𝐈𝐒𝐓𝐔𝐒 campuran antara 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:62) dengan 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 1:1c) yang melebur menjadi satu, 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧-𝐍𝐲𝐚 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐮𝐥𝐚𝐧𝐲𝐚 atau 𝐀𝐝𝐚-𝐍𝐲𝐚 dari 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚 atau 𝐓𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐝𝐚 dari segala sesuatu ada?
|
2. Apakah 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧-𝐍𝐲𝐚 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐮𝐥𝐚𝐧𝐲𝐚 atau 𝐀𝐝𝐚-𝐍𝐲𝐚 dari 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚 atau 𝐓𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐝𝐚 dari segala sesuatu ada?
|
3. Apakah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 itu 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧-𝐍𝐲𝐚 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐮𝐥𝐚𝐧𝐲𝐚 atau 𝐀𝐝𝐚-𝐍𝐲𝐚 dari 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚 atau 𝐓𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐝𝐚 dari segala sesuatu ada?
|
|𝐅𝐎𝐊𝐔𝐒𝐋𝐀𝐇 pada ketiga Firman ini, sebagai jawabannya untuk menjawab ketiga pertanyaan di atas, yaitu Firman (1) : “𝐏𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐮𝐥𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧” (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 1:1a), Firman (2) : “𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚” (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:62) dan Firman (3) : "𝐀𝐤𝐮 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐝𝐚 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 8:58)!|
Ketiga kata/frasa ini "𝐏𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐮𝐥𝐚𝐧𝐲𝐚, 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚, 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐝𝐚", ketiga-ketiganya memiliki makna dasar yang sama—𝐦𝐞𝐧𝐮𝐧𝐣𝐮𝐤 𝐝𝐢 𝐰𝐚𝐤𝐭𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐥𝐢𝐧𝐠 𝐚𝐰𝐚𝐥, 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐦𝐮𝐥𝐚𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐠𝐚𝐥𝐚 𝐬𝐞𝐬𝐮𝐚𝐭𝐮, 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐬𝐮𝐚𝐭𝐮 𝐩𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢.
Dan dari ketiga kata/frasa yang sama, dimana juga menunjukan ada tiga buah kata yaitu kata 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧, kata 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 dan kata 𝐀𝐤𝐮 , yang ketiganya menunjukan satu pribadi yang sama yaitu 𝐘𝐄𝐒𝐔𝐒 𝐊𝐑𝐈𝐒𝐓𝐔𝐒, yang adalah Allah, Sang Raja, yaitu YHVH :
𝟏. "𝐏𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐮𝐥𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧" (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 1:1)
a. Kekekalan dan Keberadaan Mutlak: Frasa "Pada mulanya" (bahasa Yunani: En archē) di sini tidak berarti "pada saat penciptaan dimulai", tetapi sebelum waktu dan alam semesta itu sendiri ada. Ini merujuk pada kekekalan.
b. Sifat Ilahi: "Firman" (bahasa Yunani: Logos) bukan sekadar kata, tetapi Pribadi yang rasional, kreatif, dan ilahi. Frasa ini menegaskan bahwa Sang Firman tidak memiliki awal.
c. Kesetaraan dengan Allah yang adalah Allah: Kelanjutan ayatnya, "Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah," menegaskan keilahian-Nya yang kekal.
𝐅𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐚𝐭𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐚𝐰𝐚𝐥 (𝐩𝐫𝐞-𝐞𝐱𝐢𝐬𝐭𝐞𝐧𝐜𝐞) 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐤𝐚𝐥 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐢𝐟𝐚𝐭 𝐢𝐥𝐚𝐡𝐢 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐘𝐞𝐬𝐮𝐬 𝐊𝐫𝐢𝐬𝐭𝐮𝐬 (𝐒𝐚𝐧𝐠 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧) 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡.
|
𝟐. "𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚" (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 8:58)
Ini adalah inti dari pernyataan Yesus yang sangat terkenal, dimana 𝐘𝐞𝐬𝐮𝐬 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐞𝐥𝐚𝐬𝐤𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐝𝐮𝐝𝐮𝐤𝐚𝐧-𝐍𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐒𝐚𝐧𝐠 𝐑𝐚𝐣𝐚 𝐝𝐢 𝐊𝐞𝐫𝐚𝐣𝐚𝐚𝐧 𝐒𝐨𝐫𝐠𝐚. Ada tertulis : Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐝𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐑𝐚𝐣𝐚 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐞𝐫𝐚𝐣𝐚𝐚𝐧-𝐍𝐲𝐚." 𝘔𝘢𝘵𝘪𝘶𝘴 16:28
a. Klaim Keberadaan Sebelumnya: Yesus merujuk pada diri-Nya sebagai "Anak Manusia" (MESIAS-JURUSELAMAT) yang sudah ada sebelum Abraham lahir. Ada tertulis : Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. 𝘠𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢 43:11
b. Penekanan pada Pribadi yang Berkelanjutan: Frasa "sebelumnya berada" menekankan bahwa 𝐏𝐫𝐢𝐛𝐚𝐝𝐢 𝐘𝐞𝐬𝐮𝐬 𝐬𝐞𝐧𝐝𝐢𝐫𝐢 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐞𝐜𝐚𝐫𝐚 𝐚𝐤𝐭𝐮𝐚𝐥 𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐥𝐚𝐥𝐮. Ada tertulis : Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐬𝐢𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚𝐦𝐮. Kamulah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan Akulah Allah. 𝘠𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢 43:12
c. Pengalaman dalam Waktu Yang Ada, Yang Sudah Ada, dan Yang Akan Ada: Yesus menjelaskan Keberadaan Kedudukan-Nya sebagai Sang Raja di Kerajaan Sorga, dan pengalaman-Nya "berada" dalam linimasa sejarah (zaman Abraham). Asa tertulis : Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel." 𝘠𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢 43:15
Frasa ini menegaskan keberadaan Pra-Inkarnasi (Pre-Incarnation) Yesus Kristus sebagai Pribadi yang sama, yang adalah Allah, sebagai Sang Raja di Kerajaan Sorga, yang aktif Ada-Nya!
|
𝟑. "𝐀𝐤𝐮 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐝𝐚" (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 8:58)
Ini adalah terjemahan yang lebih literal dari bahasa Yunaninya, egō eimi (ἐγώ εἰμι), yang sering diterjemahkan sebagai "Aku telah ada" atau, yang lebih tegas, "𝐀𝐊𝐔 𝐀𝐃𝐀𝐋𝐀𝐇 𝐀𝐊𝐔".
a. Lebih dari Sekadar "Telah Ada": Frasa egō eimi adalah pernyataan yang sangat khusus. Dalam bahasa Yunani, frasa ini bisa berarti "Aku Sudah Ada" (sebelum Abraham). Namun, makna yang lebih dalam dan yang membuat orang Yahudi marah adalah:
b. Nama Ilahi: Egō eimi adalah terjemahan Yunani untuk nama Allah dalam Perjanjian Lama, "𝐀𝐊𝐔 𝐀𝐃𝐀𝐋𝐀𝐇 𝐀𝐊𝐔" (Keluaran 3:14). Dengan mengatakan ini, Yesus bukan hanya menyatakan bahwa Dia lebih dulu ada daripada Abraham, tetapi Dia menyamakan diri-Nya dengan YHVH yang kekal dan tak terbatas.
c. Keberadaan Absolut: Ini adalah pernyataan keberadaan diri-Nya yang mutlak dan kekal, tanpa awal dan tanpa akhir.
Kesimpulan: "Aku telah ada" adalah klaim keilahian yang paling langsung dan eksplisit, yang menyatakan keberadaan kekal Yesus sebagai Sang "𝐀𝐊𝐔 𝐀𝐃𝐀𝐋𝐀𝐇 𝐀𝐊𝐔".
|
Jika engkau berpikir bahwa 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 sebelum 𝐭𝐮𝐫𝐮𝐧 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐒𝐨𝐫𝐠𝐚, bagaimana mungkin yang keberadaannya 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu dapat 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤 𝐤𝐞 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐫𝐚𝐡𝐢𝐦 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐞𝐫𝐞𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧 setelah 𝐭𝐮𝐫𝐮𝐧 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐒𝐨𝐫𝐠𝐚?
|
Dan jika engkau berpikir 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 sebelum 𝐭𝐮𝐫𝐮𝐧 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐒𝐨𝐫𝐠𝐚, sedangkan 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧 itu 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, apakah 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu bukan 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧 yang adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡?
Kata MYM : (1:17) 𝐢𝐧𝐢 𝐩𝐞𝐦𝐢𝐤𝐢𝐫𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐤𝐮𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐣𝐚𝐫, 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, 𝐃𝐢𝐚 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, (1:21) 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, (1:24) 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, (1:28) 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡".
Ada tertulis : Karena 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 adalah 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 atas hari Sabat." 𝘔𝘢𝘵𝘪𝘶𝘴 12:8 (𝘔𝘢𝘳𝘬𝘶𝘴 2:28; 𝘓𝘶𝘬𝘢𝘴 6:5)
|
|Atau mungkin sepintas engkau berpikir, 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 yang keberadaannya 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 sebelum turun dari Sorga, kemudian 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, setelah 𝐭𝐮𝐫𝐮𝐧 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐒𝐨𝐫𝐠𝐚? Atau dengan kata lain, 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚?
|
Kata MYM : (1:17) 𝐢𝐧𝐢 𝐩𝐞𝐦𝐢𝐤𝐢𝐫𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐤𝐮𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐣𝐚𝐫, 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, 𝐃𝐢𝐚 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, (1:21) 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, (1:24) 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, (1:28) 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡".
|
|𝐏𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐮𝐥𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 1:1), 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:62), 𝐀𝐤𝐮 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐝𝐚 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 8:58)|
FOKUS padakata "𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚" (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:62),dengankata "𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐮𝐫𝐮𝐧 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐒𝐨𝐫𝐠𝐚" (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 3:13).
a. 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚" (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:62).
Apakah 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu manusia 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚?
|
b. 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚" (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:62).
Jika 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu manusia yang 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚, kemudian manusia itu 𝐭𝐮𝐫𝐮𝐧 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐒𝐨𝐫𝐠𝐚 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴3:13), dapatkah manusia itu masuk ke dalam rahim seorang perempuan?
|
Jadi 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧-𝐍𝐲𝐚 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐝𝐚, yang dibuktikan dari Perkataan-Nya : "𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚". Dan 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧 "𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚" sama dengan 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧-𝐍𝐲𝐚 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧 : "𝐏𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐮𝐥𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧, 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡", dan juga dengan 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧-𝐍𝐲𝐚 𝐀𝐤𝐮 : "𝐀𝐤𝐮 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐝𝐚".
|
|𝐏𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐮𝐥𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 1:1), 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:62), 𝐀𝐤𝐮 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐝𝐚 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 8:58)|
𝐓𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐮𝐫𝐮𝐧 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐒𝐨𝐫𝐠𝐚, 𝐤𝐞𝐦𝐮𝐝𝐢𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤 𝐤𝐞 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐫𝐚𝐡𝐢𝐦 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐞𝐫𝐞𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧, 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐭𝐮𝐛𝐮𝐡 𝐬𝐞𝐮𝐭𝐮𝐡𝐧𝐲𝐚. Ada tertulis : 𝐏𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐮𝐥𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡. 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 1:1, bandingkan : Ada tertulis : Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐧𝐚𝐢𝐤 𝐤𝐞 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐈𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚? 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:62, bandingkan, Ada tertulis : Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, 𝐀𝐤𝐮 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐝𝐚." 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 8:58
|
|𝐏𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐮𝐥𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 1:1), 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:62), 𝐀𝐤𝐮 𝐭𝐞𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐝𝐚 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 8:58)|
Ada tertulis : Karena 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 adalah 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 atas hari Sabat." 𝘔𝘢𝘵𝘪𝘶𝘴 12:8 (𝘔𝘢𝘳𝘬𝘶𝘴 2:28; 𝘓𝘶𝘬𝘢𝘴 6:5)
Suatu 𝐩𝐞𝐧𝐲𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐤𝐞𝐥𝐢𝐫𝐮𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐛𝐞𝐬𝐚𝐫 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐬𝐞𝐣𝐚𝐫𝐚𝐡, yang jika sudah tertulis dengan kata Tuhan, kemudian mereka katakan itu bukan Tuhan tetapi manusia (daging), sebab mereka beralaskan bahwa Tuhan itu telah berubah menjadi manusia (daging).
|
|𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚|
Kalimat-Nya "𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐧𝐚𝐢𝐤 𝐤𝐞 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐈𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚" ini memberitahukan kepada kita, bahwa sebelum turun dari Sorga, Keberadaan 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu telah Ada dari Ada-Nya (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 8:58), sebelum segala suatu itu ada. Jadi pada mulanya 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, sebelum turun dari Sorga!
Dan kata MYM : "(1:01) 𝐢𝐭𝐮 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢 𝐛𝐨𝐝𝐨𝐡, 𝐲𝐚 𝐦𝐚𝐚𝐟 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐚𝐠𝐚𝐤 𝐤𝐞𝐫𝐚𝐬 𝐲𝐚, (1:05) 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐝𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐠𝐢𝐧𝐢, 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐢𝐭𝐮 𝐌𝐚𝐡𝐚 𝐊𝐮𝐚𝐬𝐚, (1:08) 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐃𝐢𝐚 𝐌𝐚𝐡𝐚 𝐊𝐮𝐚𝐬𝐚, 𝐃𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, (1:13) 𝐃𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐭𝐮, 𝐃𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐩𝐨𝐡𝐨𝐧, (1:17) 𝐢𝐧𝐢 𝐩𝐞𝐦𝐢𝐤𝐢𝐫𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐤𝐮𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐣𝐚𝐫, Allah adalah Allah, Dia bukan manusia, (1:21) manusia adalah manusia, tidak mungkin jadi Allah, (1:24) 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, (1:28) 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡".
|
Ada tertulis : Karena 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 adalah 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 atas hari Sabat." 𝘔𝘢𝘵𝘪𝘶𝘴 12:8 (𝘔𝘢𝘳𝘬𝘶𝘴 2:28; 𝘓𝘶𝘬𝘢𝘴 6:5)
Jadi sudah sangatlah jelas dari Perkataan YESUS sendiri bahwa : 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧, dan bukanlah manusia, tetapi 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧.
a. Apakah 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 adalah manusia (daging)? Jawabannya : 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 itu 𝐑𝐨𝐡 dan bukanlah daging!
- Ada tertulis : Sebab 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 adalah 𝐑𝐨𝐡; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. 2𝘒𝘰𝘳𝘪𝘯𝘵𝘶𝘴 3:17
- Ada tertulis : 𝐒𝐞𝐛𝐚𝐛 𝐀𝐤𝐮 𝐢𝐧𝐢 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan. 𝘏𝘰𝘴𝘦𝘢 11:9𝘣
|𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 adalah 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧|
|𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu 𝐑𝐨𝐡|
|𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu bukan manusia (daging)|
|
b. Apakah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 adalah manusia (daging)? Jawabannya : 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 itu 𝐑𝐨𝐡 dan bukanlah daging!
Ada tertulis : 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 itu 𝐑𝐨𝐡 dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 4:24
- Ada tertulis : 𝐒𝐞𝐛𝐚𝐛 𝐀𝐤𝐮 𝐢𝐧𝐢 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan. 𝘏𝘰𝘴𝘦𝘢 11:9𝘣
|𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡|
|𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 itu 𝐑𝐨𝐡|
|𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 itu bukan manusia (daging)|
|
c. Apakah 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡? Jawabannya : 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡
Ada tetulis : Tetapi 𝐓𝐔𝐇𝐀𝐍 adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫, 𝐃𝐢𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya. 𝘠𝘦𝘳𝘦𝘮𝘪𝘢 10:10 (𝘒𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘢𝘯 34:6; 𝘔𝘢𝘻𝘮𝘶𝘳 95:3; 𝘠𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢 30:18; 𝘠𝘦𝘳𝘦𝘮𝘪𝘢 51:56; 1Raja-raja 18:39)
|𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 adalah 𝐓𝐔𝐇𝐀𝐍, 𝐃𝐢𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫, 𝐃𝐢𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 dan Raja yang kekal|
|𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu 𝐑𝐨𝐡|
|𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu bukan manusia (daging)|
|
d. Apakah 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡?
Marilah kita buktikan apakah 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu manusia, sebab berdasarkan ajarannya Kristen : "(1:24) 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, (1:28) 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡".
|𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 adalah 𝐓𝐔𝐇𝐀𝐍, 𝐃𝐢𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫, 𝐃𝐢𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩 dan Raja yang kekal|
|𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu 𝐑𝐨𝐡|
|𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu bukan manusia (daging)|
|
Dan dengan berdasarkan Keberadaan 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 Ada-Nya sebelum segala sesuatu ada, yang adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 yaitu 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 1:1; 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:62), maka 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 yang adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 itu bukanlah manusia, sebab 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 yang adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚.
|
Jadi pada mulanya 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡! Keberadaan 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu Ada-Nya yang adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 1:1; 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:62), dan 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu telah turun dari Sorga (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 3:13), kemudian apakah 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu berubah menjadi manusia?
|
Berikut ini Ajaran Kristen dari penjelasan Dr Pdt MYM : (0:53) Sekali lagi yang pertama-tama saya katakan di sini, (0:56) orang Kristen tidak percaya bahkan kalau ada pendeta yang bilang begini ya, (1:01) 𝐢𝐭𝐮 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢 𝐩𝐞𝐧𝐝𝐞𝐭𝐚 𝐛𝐨𝐝𝐨𝐡, 𝐲𝐚 𝐦𝐚𝐚𝐟 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐚𝐠𝐚𝐤 𝐤𝐞𝐫𝐚𝐬 𝐲𝐚, (1:05) 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐝𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐠𝐢𝐧𝐢, 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐢𝐭𝐮 𝐌𝐚𝐡𝐚 𝐊𝐮𝐚𝐬𝐚, (1:08) 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐃𝐢𝐚 𝐌𝐚𝐡𝐚 𝐊𝐮𝐚𝐬𝐚, 𝐃𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, (1:13) 𝐃𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐭𝐮, 𝐃𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐩𝐨𝐡𝐨𝐧, (1:17) 𝐢𝐧𝐢 𝐩𝐞𝐦𝐢𝐤𝐢𝐫𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐤𝐮𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐣𝐚𝐫, Allah adalah Allah, Dia bukan manusia, (1:21) manusia adalah manusia, tidak mungkin jadi Allah, (1:24) 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, (1:28) 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡".
|
Ada tertulis : 𝐏𝐚𝐝𝐚 𝐦𝐮𝐥𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan 𝐅𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧 𝐢𝐭𝐮 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡. 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 1:1, bandingkan : Ada tertulis : Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐧𝐚𝐢𝐤 𝐤𝐞 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐈𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚? 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:62
|
Kalimat-Nya "𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐧𝐚𝐢𝐤 𝐤𝐞 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐈𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚" ini memberitahukan kepada kita, bahwa sebelum turun dari Sorga, Keberadaan 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 sebelum segala suatu itu ada, 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu telah Ada dari Ada-Nya (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 8:58). Jadi pada mulanya 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, sebelum turun dari Sorga!
|
Apakah 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 yang Ada-Nya adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, kemudian turun dari Sorga, berubah menjadi manusia?
|
Dan jika jawabannya mereka 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu manusia, maka jawabannya mereka keliru dan tidaklah dibenarkan (0:53), sebab :
1. Sebab tidak ada manusia itu ada, sebelum segala sesuatu dan langit, bumi itu ada. Dan Kitab Suci mencacat hanyalah manusia itu ada setelah langit dan bumi itu dijadikan.
Ada tertulis : Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 𝘒𝘦𝘫𝘢𝘥𝘪𝘢𝘯 1:1,26
|
2. Sebab jika ada manusia itu ada sebelum segala sesuatu langit, bumi itu ada, maka manusia itu dibentuk atau diciptakan dari debu. Sedangkan Keberadaan Anak Manusia itu Ada Ada-Nya, sebelum segala sesuatu dan langit bumi itu ada,
Ada tertulis : Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐧𝐚𝐢𝐤 𝐤𝐞 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐈𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚? 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:62
|
3. Sebab jika ada manusia itu ada sebelum segala sesuatu itu ada, maka tidaklah mungkin manusia itu turun dari Sorga, dan masuk ke dalam rahim seorang perempuan.
Ada tertulis : Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 3:13
|
4. Sebab Ajaran Kristen dari penjelasan Dr Pdt MYM : (0:53) Sekali lagi yang pertama-tama saya katakan di sini, (0:56) orang Kristen tidak percaya bahkan kalau ada pendeta yang bilang begini ya, (1:01) 𝐢𝐭𝐮 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢 𝐩𝐞𝐧𝐝𝐞𝐭𝐚 𝐛𝐨𝐝𝐨𝐡, 𝐲𝐚 𝐦𝐚𝐚𝐟 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐚𝐠𝐚𝐤 𝐤𝐞𝐫𝐚𝐬 𝐲𝐚, (1:05) 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐝𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐠𝐢𝐧𝐢, 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐢𝐭𝐮 𝐌𝐚𝐡𝐚 𝐊𝐮𝐚𝐬𝐚, (1:08) 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐃𝐢𝐚 𝐌𝐚𝐡𝐚 𝐊𝐮𝐚𝐬𝐚, 𝐃𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, (1:13) 𝐃𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐭𝐮, 𝐃𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐩𝐨𝐡𝐨𝐧, (1:17) 𝐢𝐧𝐢 𝐩𝐞𝐦𝐢𝐤𝐢𝐫𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐤𝐮𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐣𝐚𝐫, Allah adalah Allah, Dia bukan manusia, (1:21) manusia adalah manusia, tidak mungkin jadi Allah, (1:24) 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, (1:28) 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡".
|
5. Dan karena itu Hukum-Nya dan Ketetapan-Nya tidaklah pernah bertentangan dan tidaklah berubah. Maka demikianlah YESHUA, yang adalah 𝐘𝐇𝐕𝐇 bukanlah daging atau manusia.
a). 𝐘𝐇𝐕𝐇 itu 𝐁𝐔𝐊𝐀𝐍 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 : daging manusia, jiwa manusia, roh manusia (𝘏𝘰𝘴𝘦𝘢 11:9𝘣; 𝘉𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 23:19; 1 𝘚𝘢𝘮𝘶𝘦𝘭 15:29)
b). 𝐘𝐇𝐕𝐇 itu 𝐑𝐎𝐇 𝐒𝐮𝐦𝐛𝐞𝐫-𝐍𝐲𝐚 𝐑𝐨𝐡 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 4:24; 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:54; 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 7:37-38; 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 15:5; 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:58; 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 8:12; 𝘔𝘢𝘵𝘪𝘶𝘴 20:28; 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘶𝘴 10:45; 2𝘒𝘰𝘳𝘪𝘯𝘵𝘶𝘴 3:17)
c). 𝐘𝐇𝐕𝐇 itu 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊𝐋𝐀𝐇 𝐃𝐈𝐁𝐄𝐍𝐓𝐔𝐊 atau 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 itu 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊𝐋𝐀𝐇 𝐌𝐄𝐍𝐉𝐀𝐃𝐈 𝐁𝐄𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐋𝐀𝐈𝐍 (𝘠𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢 43:10𝘣, 𝘠𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢 41:4; 𝘠𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢 43:13; 𝘠𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢 43:25; 𝘠𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢 46:3-4; 𝘠𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢 44:6, 𝘠𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢 48:12; 𝘠𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢 52:6; 𝘞𝘢𝘩𝘺𝘶 1:8; 𝘞𝘢𝘩𝘺𝘶 1:17, 𝘞𝘢𝘩𝘺𝘶 2:8, 𝘞𝘢𝘩𝘺𝘶 21:6, 𝘞𝘢𝘩𝘺𝘶 22:13; 𝘞𝘢𝘩𝘺𝘶 1:4; 𝘞𝘢𝘩𝘺𝘶 4:8, 𝘞𝘢𝘩𝘺𝘶 11:17; 𝘜𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 32:39; 𝘔𝘢𝘵𝘪𝘶𝘴 1:23; 𝘔𝘢𝘵𝘪𝘶𝘴 28:20; 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘶𝘴 14:62; 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 4:26; 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 8:24; 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 8:28; 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 13:19; 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 18:6; 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 18:8)
d). 𝐘𝐇𝐕𝐇 itu 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊𝐋𝐀𝐇 𝐃𝐀𝐏𝐀𝐓 𝐃𝐈𝐋𝐈𝐇𝐀𝐓 (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 1:18; 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:46; 𝘜𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 4:12; 𝘔𝘢𝘵𝘪𝘶𝘴 11:27; 𝘓𝘶𝘬𝘢𝘴 10:22; 𝘒𝘰𝘭𝘰𝘴𝘦 1:15; 1𝘛𝘪𝘮𝘰𝘵𝘪𝘶𝘴 1:17; 1𝘛𝘪𝘮𝘰𝘵𝘪𝘶𝘴 6:16; 1𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 4:12, 1𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 4:20)
e). 𝐘𝐇𝐕𝐇 itu 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐃𝐀𝐏𝐀𝐓 𝐃𝐈𝐒𝐀𝐌𝐀𝐊𝐀𝐍 (𝘠𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢 40:25; 𝘠𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢 46:5; 𝘠𝘦𝘴𝘢𝘺𝘢 46:9; 𝘒𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘢𝘯 8:10; 𝘒𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘢𝘯 9:14; 𝘒𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘢𝘯 15:11; 𝘒𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘢𝘯 20:4; 𝘜𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 33:26; 1𝘚𝘢𝘮𝘶𝘦𝘭 2:2; 𝘈𝘺𝘶𝘣 40;9; 𝘔𝘢𝘻𝘮𝘶𝘳 86:8-10; 𝘔𝘢𝘻𝘮𝘶𝘳 89:6; 𝘔𝘢𝘻𝘮𝘶𝘳 89:8; 𝘔𝘢𝘻𝘮𝘶𝘳 113:5; 𝘠𝘦𝘳𝘦𝘮𝘪𝘢 10:6; 𝘠𝘦𝘳𝘦𝘮𝘪𝘢 10:16; 𝘒𝘪𝘴𝘢𝘩 𝘗𝘢𝘳𝘢 𝘙𝘢𝘴𝘶𝘭 17:29; 𝘒𝘰𝘭𝘰𝘴𝘦 1:15; 𝘐𝘣𝘳𝘢𝘯𝘪 1:3)
f). 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐀𝐃𝐀 𝐎𝐑𝐀𝐍𝐆 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐃𝐀𝐏𝐀𝐓 𝐌𝐄𝐌𝐀𝐍𝐃𝐀𝐍𝐆 𝐖𝐚𝐣𝐚𝐡-𝐍𝐲𝐚 𝐘𝐇𝐕𝐇, 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐛 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐦𝐚𝐭𝐢 (𝘒𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘢𝘯 33:20; 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:46; 𝘒𝘰𝘭𝘰𝘴𝘦 1:15; 1𝘛𝘪𝘮𝘰𝘵𝘪𝘶𝘴 6:16; 1𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 4:12)
|
Arti dari kata Anak Manusia adalah 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 (𝘔𝘢𝘵𝘪𝘶𝘴 12:8; 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘶𝘴 2:28 ; 𝘓𝘶𝘬𝘢𝘴 6:5), 𝐃𝐢𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐘𝐇𝐕𝐇! Dan definisi “Keberadaan-Nya” dari kata Anak Manusia; Yang Ada dan Yang Sudah Ada dan Yang Akan Ada, Dialah arti dari kata 𝐘𝐇𝐕𝐇!
1. Keberadaan Anak Manusia Ada-Nya, sebelum segala sesuatu itu ada, dan Anak Manusia telah turun dari Sorga.
Ada tertulis : Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 3:13
|
2. Keberadaan Anak Manusia Ada-Nya, sebelum segala sesuatu itu ada,
Ada tertulis : Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐧𝐚𝐢𝐤 𝐤𝐞 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐈𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚? 𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 6:62
Kalimat-Nya "𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐧𝐚𝐢𝐤 𝐤𝐞 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐈𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐝𝐚" ini memberitahukan kepada kita, bahwa Keberadaan 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 sebelum segala suatu itu ada, 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu telah Ada dari Ada-Nya (𝘠𝘰𝘩𝘢𝘯𝘦𝘴 8:58).
|
Marilah kita semua konsisten apa yang menjadi dasar ajaran Kristen, yang telah dikatakan oleh sdra Pdt. MYM pada video ini : "𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 (𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧) 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 (𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧), 𝐃𝐢𝐚 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, (1:21) 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 (𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧)".
|
Dan karena 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 adalah 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 yang adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, maka dengan kata lain :
𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 (𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧) 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 (𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧), 𝐃𝐢𝐚 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, (1:21) 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 (𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧)"
|
Oleh karena itu kita juga haruslah konsisten, yang dikarenakan definisi arti dari kata "𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚" adalah 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 yang adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, maka 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 itu bukanlah manusia. Dan kata 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 yang adalah arti dari kata 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 disini benar-benar 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧, dan bukanlah manusia yang wujudnya daging! 𝐉𝐚𝐝𝐢 “𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧” yang adalah 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐢𝐬𝐢𝐚 disini, 𝐃𝐢𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐚𝐡𝐚𝐭𝐢𝐧𝐠𝐠𝐢. Ada tertulis : Karena 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 adalah 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 atas hari Sabat." 𝘔𝘢𝘵𝘪𝘶𝘴 12:8 (𝘔𝘢𝘳𝘬𝘶𝘴 2:28; 𝘓𝘶𝘬𝘢𝘴 6:5).
|
Dan dikarenakan 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 adalah 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 (𝘔𝘢𝘵𝘪𝘶𝘴 12:8; 𝘔𝘢𝘳𝘬𝘶𝘴 2:28; 𝘓𝘶𝘬𝘢𝘴 6:5), maka 𝐀𝐧𝐚𝐤 𝐌𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 bukanlah manusia yang berwujud daging, tetapi Anak Manusia disini adalah Roh, yaitu Tuhan yang adalah Allah. Ada tertulis : Sebab 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 adalah 𝐑𝐨𝐡; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧 yang adalah 𝐑𝐨𝐡, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. 2Korintus 3:17-18b, bandingkan : 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 itu 𝐑𝐨𝐡 dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Yohanes 4:24
|
|
Berikut ini Ajaran Kristen dari penjelasan Dr Pdt MYM : (0:53) Sekali lagi yang pertama-tama saya katakan di sini, (0:56) orang Kristen tidak percaya bahkan kalau ada pendeta yang bilang begini ya, (1:01) 𝐢𝐭𝐮 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢 𝐩𝐞𝐧𝐝𝐞𝐭𝐚 𝐛𝐨𝐝𝐨𝐡, 𝐲𝐚 𝐦𝐚𝐚𝐟 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐚𝐠𝐚𝐤 𝐤𝐞𝐫𝐚𝐬 𝐲𝐚, (1:05) 𝐤𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐝𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐠𝐢𝐧𝐢, 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐢𝐭𝐮 𝐌𝐚𝐡𝐚 𝐊𝐮𝐚𝐬𝐚, (1:08) 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐃𝐢𝐚 𝐌𝐚𝐡𝐚 𝐊𝐮𝐚𝐬𝐚, 𝐃𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, (1:13) 𝐃𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐭𝐮, 𝐃𝐢𝐚 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐩𝐨𝐡𝐨𝐧, (1:17) 𝐢𝐧𝐢 𝐩𝐞𝐦𝐢𝐤𝐢𝐫𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐤𝐮𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐣𝐚𝐫, Allah adalah Allah, Dia bukan manusia, (1:21) manusia adalah manusia, tidak mungkin jadi Allah, (1:24) 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐣𝐮𝐠𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, (1:28) 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡".
Sdra-sdriku yang terkasih di dalam TUHAN kita YESUS KRISTUS, inilah ajaran Kristen yang dibenarkan, silahkan sdra-sdri menyimak dari video disini pada waktu
a. 𝐘𝐄𝐒𝐔𝐒 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤𝐥𝐚𝐡 𝐝𝐢𝐥𝐚𝐡𝐢𝐫𝐤𝐚𝐧.
Jadi tidaklah mungkin, satu sisi sdra katakan YESUS tidaklah dilahirkan, dan sisi lain sdra katakan YESUS dilahirkan, harus ada penegasannya. Penegasannya : Konsili Kalsedon katakan, kedua natur Yesus itu bersatu sedemikian rupa dalam satu pribadi, 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐛𝐞𝐫𝐜𝐚𝐦𝐩𝐮𝐫, karena Allah dan manusia tidak mungkin bercampur, tidak berubah, artinya manusia campuran Allah campuran manusia, tidak.
|
Berikut ini Ajaran Kristen dari penjelasan Dr Pdt MYM : (3:02) Nah, di dalam konteks ini, (3:06) karena Yesus dalam kemanusiaannya sungguh-sungguh manusia, (3:11) kemanusiaan itu lahir dari Bunda Maria, (3:13) tidak ada masalah. 𝐊𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐤𝐞-𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐘𝐞𝐬𝐮𝐬 𝐥𝐚𝐡𝐢𝐫, (𝟑:𝟏𝟗) 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮𝐢 𝐑𝐚𝐡𝐢𝐦 𝐌𝐚𝐫𝐢𝐚, 𝐈𝐍𝐈 𝐈𝐑𝐀𝐒𝐈𝐎𝐍𝐀𝐋, 𝐈𝐍𝐈 𝐒𝐀𝐌𝐀 𝐒𝐄𝐊𝐀𝐋𝐈 𝐈𝐋𝐎𝐆𝐈𝐊𝐀𝐋. (3:25) Yang lahir dari Bunda Maria adalah kemanusiaan Yesus, jelas. (3:32) Lalu kemudian, kemanusiaan itu jelas punya keterbatasan, (3:38) dia berkembang waktu masih kecil tentu tidak berpikir seperti orang besar, (3:43) lalu kemudian ketika dia disalipkan bisa mati, (3:47) kayak namanya manusia bisa mati.
b. 𝐘𝐄𝐒𝐔𝐒 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤𝐥𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐝𝐢𝐛𝐮𝐧𝐮𝐡
Berikut ini Ajaran Kristen dari penjelasan Dr Pdt MYM : (3:50) Tetapi pada saat yang sama, (3:53) 𝐧𝐚𝐭𝐮𝐫 𝐈𝐥𝐚𝐡𝐢 𝐘𝐞𝐬𝐮𝐬 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, (𝟑:𝟓𝟕) 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐟𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐤𝐚𝐥, 𝐋𝐨𝐠𝐨𝐬 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐤𝐚𝐥, (𝟒:𝟎𝟎) 𝐓𝐄𝐓𝐀𝐏 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐁𝐈𝐒𝐀 𝐃𝐈𝐁𝐔𝐍𝐔𝐇, 𝐓𝐄𝐓𝐀𝐏 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐁𝐈𝐒𝐀 𝐌𝐀𝐓𝐈. (4:03) Maka orang Kristen berkata, (4:05) Yesus itu karena kami percaya Dia mempunyai dua natur yang berbeda dalam satu Pribadi Logos, (4:14) maka Dia dalam natur Illahi-Nya Maha Kuasa, (4:16) Dia Maha Tahu, tapi dalam natur manusianya dia tidak maha tau, (4:21) dia tidak maha kuasa. (4:24) Dia tidak terbatas dalam natur Illahi-Nya, (4:27) karena dalam natur manusianya dia terbatas.
|
c. 𝐘𝐄𝐒𝐔𝐒 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐦𝐚𝐭𝐢
Berikut ini Ajaran Kristen dari penjelasan Dr Pdt MYM : (3:50) Tetapi pada saat yang sama, (3:53) 𝐧𝐚𝐭𝐮𝐫 𝐈𝐥𝐚𝐡𝐢 𝐘𝐞𝐬𝐮𝐬 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, (𝟑:𝟓𝟕) 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐟𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐤𝐚𝐥, 𝐋𝐨𝐠𝐨𝐬 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐤𝐚𝐥, (𝟒:𝟎𝟎) 𝐓𝐄𝐓𝐀𝐏 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐁𝐈𝐒𝐀 𝐃𝐈𝐁𝐔𝐍𝐔𝐇, 𝐓𝐄𝐓𝐀𝐏 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐁𝐈𝐒𝐀 𝐌𝐀𝐓𝐈. (4:03) Maka orang Kristen berkata, (4:05) Yesus itu karena kami percaya Dia mempunyai dua natur yang berbeda dalam satu Pribadi Logos, (4:14) maka Dia dalam natur Illahi-Nya Maha Kuasa, (4:16) Dia Maha Tahu, tapi dalam natur manusianya dia tidak maha tau, (4:21) dia tidak maha kuasa. (4:24) Dia tidak terbatas dalam natur Illahi-Nya, (4:27) karena dalam natur manusianya dia terbatas.
|
d. 𝐘𝐄𝐒𝐔𝐒 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐝𝐢𝐛𝐚𝐧𝐠𝐤𝐢𝐭𝐤𝐚𝐧
Berikut ini Ajaran Kristen dari penjelasan Dr Pdt MYM : (3:50) Tetapi pada saat yang sama, (3:53) 𝐧𝐚𝐭𝐮𝐫 𝐈𝐥𝐚𝐡𝐢 𝐘𝐞𝐬𝐮𝐬 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, (𝟑:𝟓𝟕) 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐟𝐢𝐫𝐦𝐚𝐧 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐤𝐚𝐥, 𝐋𝐨𝐠𝐨𝐬 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐤𝐞𝐤𝐚𝐥, (𝟒:𝟎𝟎) 𝐓𝐄𝐓𝐀𝐏 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐁𝐈𝐒𝐀 𝐃𝐈𝐁𝐔𝐍𝐔𝐇, 𝐓𝐄𝐓𝐀𝐏 𝐓𝐈𝐃𝐀𝐊 𝐁𝐈𝐒𝐀 𝐌𝐀𝐓𝐈. (4:03) Maka orang Kristen berkata, (4:05) Yesus itu karena kami percaya Dia mempunyai dua natur yang berbeda dalam satu Pribadi Logos, (4:14) maka Dia dalam natur Illahi-Nya Maha Kuasa, (4:16) Dia Maha Tahu, tapi dalam natur manusianya dia tidak maha tau, (4:21) dia tidak maha kuasa. (4:24) Dia tidak terbatas dalam natur Illahi-Nya, (4:27) karena dalam natur manusianya dia terbatas.
Yeremia 16:20, patung adalah Allah?
Sebaiknya sdra pelajari dulu disini dari terjemahan, sebab logikanya di 𝘠𝘦𝘳𝘦𝘮𝘪𝘢 16:20, dimana kata patung itu adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡! 𝗔𝗽𝗮 𝗯𝘂𝗸𝘁𝗶 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝗽𝗮𝘁𝘂𝗻𝗴 𝗶𝘁𝘂 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵? Marilah kita semua buktikan!
|
Aturan dalam penulisan dari terjemahannya, dimana : 𝐥𝐚𝐰𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡 adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, 𝐥𝐚𝐰𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐭𝐮𝐡𝐚𝐧 adalah 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧, 𝐢𝐭𝐮𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐭𝐮𝐫𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐭𝐮𝐥𝐢𝐬𝐤𝐚𝐧. Maka kalau dikatakan 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡, 𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡. Demikianlah juga kalau dikatakan 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐮𝐡𝐚𝐧, 𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧. 𝐃͟𝐚͟𝐧͟ ͟𝐩͟𝐚͟𝐭͟𝐮͟𝐧͟𝐠͟-͟𝐩͟𝐚͟𝐭͟𝐮͟𝐧͟𝐠͟ ͟𝐢͟𝐧͟𝐢͟ ͟𝐝͟𝐢͟𝐤͟𝐚͟𝐭͟𝐚͟𝐤͟𝐚͟𝐧͟ ͟𝐨͟𝐥͟𝐞͟𝐡͟ ͟𝐋͟𝐀͟𝐈͟𝐦͟𝐮͟,͟ ͟𝐢͟𝐭͟𝐮͟ ͟𝐛͟𝐮͟𝐤͟𝐚͟𝐧͟ ͟𝐚͟𝐥͟𝐥͟𝐚͟𝐡͟. Ada tertulis : Dapatkah manusia membuat 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡 bagi dirinya sendiri? Yang demikian 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡!"𝘠𝘦𝘳𝘦𝘮𝘪𝘢 16:20.
|
Masa sudah berpuluh-puluh tahun. bahkan sudah mencapai ribuan tahun terjemahannya tersebar di seluruh dunia , kamu semua disini TIDAK BISA BERPIKIR bahwa patung saja dikatakannya 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡? Terjmahan : Dapatkah manusia membuat 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡 bagi dirinya sendiri? Yang demikian 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡!"𝘠𝘦𝘳𝘦𝘮𝘪𝘢 16:20.
|
Silahkan dibaca disini! Kalau dikatakan pada gambar patung itu 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡, 𝐦𝐚𝐤𝐚 𝐩𝐚𝐭𝐮𝐧𝐠 𝐢𝐭𝐮 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐛 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡, 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢 𝐤𝐞𝐛𝐚𝐥𝐢𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡!
|
Bagaimana dengan ini : Jangan ada padamu 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡 lain di hadapan-Ku? Sdra disini DIAJAK UNTUK BERPIKIR, mengapa terjemahannya dengan kata 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡 dan bukannya dengan kata 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡? Sebab jika dikatakan dengan 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 lain, maka yang dimaksudkan adalah 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡, tentu yang bukannya 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡.
|
Untuk itu marilah kita semua memahami akan kata "𝐥𝐚𝐢𝐧", yang artinya : 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐛𝐞𝐝𝐚, 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐬𝐚𝐦𝐚, 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐚𝐦𝐛𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐝𝐢𝐤𝐞𝐭𝐚𝐡𝐮𝐢
Fungsi:
a. Kata Sifat (Adjektiva): Menjelaskan kata benda.
Contoh: "Saya ingin membeli buku 𝐥𝐚𝐢𝐧." (buku yang berbeda dari yang dibicarakan sebelumnya).
b. Kata Ganti (Pronomina): Menggantikan suatu benda/kata benda.
Contoh: "Yang satu rusak, coba gunakan yang 𝐥𝐚𝐢𝐧." (benda yang berbeda).
Ciri Khas, kata "𝐥𝐚𝐢𝐧" yaitu 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐧𝐣𝐮𝐤 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐚𝐥𝐭𝐞𝐫𝐧𝐚𝐭𝐢𝐟 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐨𝐩𝐬𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐛𝐞𝐝𝐚 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐤𝐞𝐥𝐨𝐦𝐩𝐨𝐤 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐤𝐨𝐧𝐭𝐞𝐤𝐬 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐦𝐚.
Contoh Penggunaan:
a. Dia adalah orang yang 𝐥𝐚𝐢𝐧. (berbeda sifat/kepribadiannya)
b. Apakah ada pertanyaan 𝐥𝐚𝐢𝐧? (pertanyaan tambahan yang berbeda)
c. "𝐥𝐚𝐢𝐧 ladang, lain belalang. 𝐥𝐚𝐢𝐧 lubuk, 𝐥𝐚𝐢𝐧 ikannya." (peribahasa yang menunjukkan perbedaan tempat = perbedaan keadaan)
|
|
-----------------------------------------------------------------------------------
Kata LAImu patung itu adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, dan sdra bisa buktikan disini! 𝗔𝗽𝗮 𝗯𝘂𝗸𝘁𝗶 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗽𝗲𝗿𝗸𝗮𝘁𝗮𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝗟𝗔𝗜mu 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮 𝗽𝗮𝘁𝘂𝗻𝗴 𝗶𝘁𝘂 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗔𝗹𝗹𝗮𝗵? Marilah kita semua buktikan!
|
Aturan dalam penulisan dari terjemahannya LAI, dimana : 𝐥𝐚𝐰𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡 adalah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, 𝐥𝐚𝐰𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐭𝐮𝐡𝐚𝐧 adalah 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧, 𝐢𝐭𝐮𝐥𝐚𝐡 𝐚𝐭𝐮𝐫𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐭𝐮𝐥𝐢𝐬𝐤𝐚𝐧 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐋𝐀𝐈𝐦𝐮. Maka kalau dikatakan 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡, 𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡. Demikianlah juga kalau dikatakan 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐮𝐡𝐚𝐧, 𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐓𝐮𝐡𝐚𝐧.
|
𝐃͟𝐚͟𝐧͟ ͟𝐩͟𝐚͟𝐭͟𝐮͟𝐧͟𝐠͟-͟𝐩͟𝐚͟𝐭͟𝐮͟𝐧͟𝐠͟ ͟𝐢͟𝐧͟𝐢͟ ͟𝐝͟𝐢͟𝐤͟𝐚͟𝐭͟𝐚͟𝐤͟𝐚͟𝐧͟ ͟𝐨͟𝐥͟𝐞͟𝐡͟ ͟𝐋͟𝐀͟𝐈͟𝐦͟𝐮͟,͟ ͟𝐢͟𝐭͟𝐮͟ ͟𝐛͟𝐮͟𝐤͟𝐚͟𝐧͟ ͟𝐚͟𝐥͟𝐥͟𝐚͟𝐡͟. Ada tertulis : Dapatkah manusia membuat 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡 bagi dirinya sendiri? Yang demikian 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡!"Yeremia 16:20.
|
Masa sudah berpuluh-puluh tahun, bahkan ribuan tahun, kamu semua disini TIDAK BISA BERPIKIR disini, yang telah dikatakan LAImu itu, bahawa patung saja dikatakannya 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡. Terjemahan LAI : Dapatkah manusia membuat 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡 bagi dirinya sendiri? Yang demikian 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡!"Yeremia 16:20.
|
Silahkan dibaca disini! Kalau LAI mengatakan pada gambar patung itu 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡, 𝐦𝐚𝐤𝐚 𝐩𝐚𝐭𝐮𝐧𝐠 𝐢𝐭𝐮 𝐝𝐢𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐛 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡, 𝐩𝐚𝐬𝐭𝐢 𝐤𝐞𝐛𝐚𝐥𝐢𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡!
|
Bagaimana dengan ini : Jangan ada padamu 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡 lain di hadapan-Ku?
Bagaimana dengan ini : Jangan ada padamu 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡 lain di hadapan-Ku?
Maka kebalikan dari 𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡 lain, pastilah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡.
|
Jadi SALAHNYA DAN YANG TIDAK DIBENARKAN dari terjemahannya di Yeremia 16:20 dan Keluaran 20:3 disini, itu berlaku pada seluruh TERJEMAHANNYA bahasa di dunia ini, yang sama artinya dengan kata "𝐠𝐨𝐝𝐬" atau "𝐚𝐥𝐥𝐚𝐡! Jadi LAI dan KJV dan semua Terjemahan tidaklah memahami arti dan makna serta tujuan dari penggunakan kata 𝐄𝐥𝐨𝐡𝐢𝐦.
|
Jadi TERJEMAHAN yang benar dalam bahasa Indonesia pada pengguanaan kata 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 di : Dapatkah manusia membuat 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 bagi dirinya sendiri? Yang demikian bukan 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡!" 𝘠𝘦𝘳𝘦𝘮𝘪𝘢 16:20. Maka jalan pengertiannya di 𝘠𝘦𝘳𝘦𝘮𝘪𝘢 16:20 disini yang dengan menggunakan kata 𝐄𝐥𝐨𝐡𝐢𝐦 itu ada penjelasannya yang berhubungan dengan kata 𝐄𝐜𝐡𝐚𝐝 (nanti dijelaskan), sebab TIDAK ADA manusia yang dapat membuat 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡, dan jika manusia dapat membuatnya, maka buatannya itu bukanlah 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡.
|
𝘿𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠 𝙧𝙖𝙩𝙪𝙨𝙖𝙣 𝙖𝙮𝙖𝙩, 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙨𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙥𝙚𝙣𝙟𝙚𝙡𝙖𝙨𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙞 𝙔𝙚𝙧𝙚𝙢𝙞𝙖 16:20!
https://www.sabda.org/alkitab/tb/?kitab=24&pasal=16
ELOHIM adalah ECHAD dan PLURAL OF MAJESTY, sedangkan Allah adalah YAKHID dan BUKANLAH PLURAL OF MAJESTY.
ELOHIM adalah ECHAD dan PLURAL OF MAJESTY, sedangkan Allah adalah YAKHID dan BUKANLAH PLURAL OF MAJESTY.
Dengan berdasarkan manuscript dari pembukaan Kitab Suci-Nya di Kejadian 1:1-29 dan Yohanes 1:1, itu semua menunjukan "Echad" kepada dunia Yahudi - Kristen dan seluruh dunia, dan juga seluruh manuscriptnya di dalam seluruh Kitab Suci-Nya disini. Maka kata Allah tidaklah tepat dan tidaklah benar untuk diuji coba atau apapun dengan caranya manusia untuk mencobainya dengan menempatkan kata Allah di dalam seluruh Kitab Suci-Nya disini!
Kata EloHim memiliki gagasan pluralitas dalam kesatuan yang dapat digabungkan atau dapat terikat, Yang Esa yang adalah 'ECHAD, 'satu' dalam arti kesatuan yang kompleks. Sedangkan Kata Allah itu YAKHID yang artinya 'satu' dalam arti kemanunggalan yang mutlak dan tidak dapat digabung atau tidak dapat terikat. Hal ini dkarenakan definisi arti dan makna yang menunjukan arti Echad dan Yakhid dari masing-masing kata EloHim dan kata Allah.
a. Elohim artinya : Dia Yang Ada-Nya dan Yang Hidup dan Yang Benar dan Yang Maha Kuasa dari segala makhluk ciptaan-Nya.
Jadi kata Elohim disini menunjukan keterikatan-Nya Yang Aktif dan Yang Hidup dengan segala makhluk ciptaan-Nya, dan yang Maha Kuasa terhadap ilah-ilah yang lain. Disinilah yang artinya kompleks karena KEAGUNGAN-NYA, maka disinilah artinya Echad! Dan Keterikatan-Nya disini juga menunjukan kepada manusia, bahwa hanyalah Dia Yang Hidup – Aktif – dan Yang Benar dan Yang Maha Kuasa yang hadir di tengah-tengah manusia, yang adalah Ciptaan-Nya, sebagai relasi kemesraan hubungan-Nya, supaya manusia diselamatkan-Nya.
b. Allah artinya : Tidak ada Ilah yang lain, selain Ilah yang adalah Hak Sesembahan bagi kepercayaan bangsa Arab.
Definisi Allah disini menjadi ada, karena ada perbandingan, sehingga artinya 'satu' dalam arti kemanunggalan yang mutlak dan tidak digabung atau tidak terikat, pengertiannya ini yang disebut Yakhid!
Maka definisi dari kata Allah disini, TIDAKLAH TEPAT dalam penggunaannya di dalam seluruh Kitab Suci-Nya disini, sebab :
1. ELOHIM adalah PLURAL OF MAJESTY, dan Allah BUKANLAH PLURAL OF MAJESTY.
Dan arti dari “PLURAL OF MAJESTY” adalah "BENTUK JAMAK YANG MENYATAKAN KEAGUNGAN-NYA", oleh karena itu kata “Elohim” disini adalah kata yang menunjukan arti dan makna Keagungan-Nya, dan selain dari “Elohim” disini, maka semua kata tidaklah sama dan tidaklah dapat dibandingkan dari Keagungan-Nya, jika mau disejajarkan dengan kata “Elohim” disini! Dan karena itu kata Allah atau kata Theos atau kata God, tidaklah sebanding atau mau dibandingkan dengan Keagungan-Nya dari kata “Elohim” disini! Maka semua terjemahan seluruh bahasa di dunia ini, yang telah diperoleh dari Sumber Kitab Suci-Nya disini, arti dan makna dari “KEAGUNGAN-NYA” itu yang perlu diperhatikan dan dirubah Kembali sesuai dengan arti dan makna “KEAGUNGAN-NYA”!
Benar, bahwa kata אֱלֹהִים - 'ELOHIM adalah bentuk jamak karena akhiran ים ; yod-mem merupakan akhiran jamak yang menyatakan “KEAGUNGAN-NYA”. Dan KEAGUNGAN-NYA disini dikarenakan adanya hubungan kedua kata yaitu kata EL dan kata YOD. Sedangkan kata yang lain, TIDAKLAH MENYATAKAN arti keagungannya, dan hanyalah kata “Elohim” sajalah yang menyatakan arti dari “KEAGUNGAN-NYA”. Dan dari arti “KEAGUNGAN-NYA” akan kata “Elohim” disini juga bermakna tunggal, yang dikarenakan konstanta dari huruf H tidaklah berubah, yang hasil kontruksinya berasal dari kata ElahH yang adalah kata dasarnya. Dan huruf H pada kata ElahH disini itu bersumber dari YHVH. Oleh Karena itu jika dilihat dari konstruksi kalimat, dengan kata-kata kerja yang telah digunakan disini dan yang telah mengikutinya, maupun kata-kata lain yang berhubungan dengan kata “Elohim” disini, semuanya adalah bentuk kata singular.
a. Makna KEAGUNGAN-NYA, dikarenakan keberadaan hubungan antara kedua yaitu kata EL dan huruf YOD. Dan kata YOD pastilah kita ingat arti kata YESHUA dan dari empat huruf Tetragramaton : YHVH.
"Kata 'ELOHIM adalah bentuk jamak tetapi tunggal dalam arti, di sini arti dan makna dengan kata kerja tunggal, 'Dia menciptakan', bukan 'Mereka menciptakan.' (Kejadian 35:7 'ELOHIM 'Mereka dinyatakan' kepadanya. Juga, lihat Mazmur 58:12), dan Jamak ini disebut 'Jamak KEAGUNGAN'.
b. Makna Echad atau Satu, dikarenakan huruf H pada kata EloHim disini, itu bersumber dari YHVH. Dimana huruf H disini yang adalah Konstantanya EloHim yang tidaklah berubah, sejak mulai penambahan huruf H pada Elah menjadi ElahH yang adalah kata dasarnya EoahH.
Jadi dalam kata untuk EloHim memiliki gagasan pluralitas dalam kesatuan, Yang Esa yang adalah 'ECHAD, 'satu' dalam arti kesatuan yang kompleks. Jadi kata Elohim disini bukan artinya YAKHID, sebab arti YAKHID yaitu 'satu' dalam arti kemanunggalan yang mutlak dan tidak digabung atau tidak terikat (Lihat dua kata Ibrani terakhir ini dalam Ulangan 6:4 dan bandingkan Kejadian 2:24 dan Hakim-hakim 11:34).
Bahasa Ibrani dalam menggambarkan sesuatu yang besar, yang mulia sering menggunakan 'kata-jamak' tetapi dalam pengertian 'single', misalnya kata 'Heaven' juga ditulis dalam bahasa Ibrani-bentuk jamak שָׁמַיִם - SYAMAYIM. Dan khususnya bentuk jamak אֱלֹהִים - 'ELOHIM disini dikenal dengan istilah 'PLURAL OF MAJESTY', "BENTUK JAMAK KEAGUNGAN". Untuk menggambarkan Sang Pencipta yang Mahabesar.
2. ELOHIM adalah ECHAD, dan Allah BUKANLAH ECHAD.
Demikianlah juga penggunaan kata "ECHAD" yang diterjemahkan menjadi "esa", "pertama", "satu", yaitu kesatuan yang kompleks, bukan kesatuan yang absolut. Dan dari pengertian kata Echad disini, maka hanyalah kata “Elohim” sajalah yang tepat untuk digunakan dalam penulisan seluruh Kitab Suci-Nya disini, termasuk penggunaannya dalam setiap penerjemahan, yang haruslah digunakan diberbagai setiap bahasa di dunia ini! Sebab kata “Elohim” sajalah yang menyatakan arti dari “KEAGUNGAN-NYA” yang kompleks dan yang juga bermakna tunggal “esa”, “pertama”, “satu”. Sedangkan kata yang lain yang adalah hasil terjamahan dari semua bahasa di dunia ini selain kata “Elohim”, TIDAKLAH menyatakan arti dan makna KEAGUNGANnya dari masing-masing kata itu!
Yahudi Rabinik, Yahudi Mesianik dan Kristen mula-mula mengimani Elohim yang Esa (bukan jamak, bukan ilah-ilah). Kata אֱלֹהִים - 'ELOHIM secara bentuk kata yang kita tahu bersama bahwa "ELOHIM" disini adalah sebuah bentuk kata Jamak (a plural form), tetapi secara grammatically diperlakukan sebagai Subjek Tunggal (Singular Subject), karena naskah Ibrani-nya menggunakan verba dalam form singular. Keseluruhan Alkitab mengkonfirmasi bahwa 'ELOHIM yang ditulis pada awal Kitab Suci disini adalah Sang Pencipta Alam Semesta (bandingkan: Nehemia 9:6; Yesaya 44:24; 45:18; Maleakhi 2:10; Kisah Rasul 17:24-25; Roma 1:25; 1 Petrus 4:19; Wahyu 4:11), dan tidak ada pengajaran di dalam seluruh Kitab Suci-Nya disini, dimana "ilah-ilah demikian juga dengan kata Allah; kata Theos; kata God" yang menciptakan alam semesta, itulah makna Plural of Majesty dari kata ELOHIM yang telah disaksikan oleh Musa dan para nabi sejak Kitab Kejadian 1:1.
Dan karena kata Allah itu adalah YAKHID (WAHID) dan bukanlah ECHAD (AHAD), maka penggunaan kata Allah di dalam seluruh Kitab Suci-Nya tidaklah tepat, sebab bertentangan dengan Hukum Yang TERUTAMA dan Yang PERTAMA dan seluruh Kalimat-Nya di dalam seluruh Kitab Suci-Nya disini :
a. Hukum TERUTAMA di Ulangan 6:4; Markus 12:29, yang dituliskan disini dengan kata Echad, dan bukanlah dituliskan dengan Yakhid.
Ulangan 6:4
LAI-TB, Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Elohim kita, TUHAN itu esa ('EKHAD)!
KJV, Hear, O Israel: The LORD our Elohim is one LORD:
Hebrew,
שְׁמַע יִשְׂרָאֵל יְהוָה אֱלֹהֵינוּ יְהוָה ׀ אֶחָֽד ׃
Translit interlinear, SHEMA' {dengarlah} YISRA'EL {Israel} YEHOVAH {YHVH dibaca Adonai, TUHAN} 'ELOHEINÛ {Elohim kita} YEHOVAH {YHVH dibaca Adonai, TUHAN} EKHAD {esa}
b. Kata YHVH disini adalah Kata Kerja dan yang juga dengan Cara Kerja-Nya (HAYAH - HOVEH- YIHEYEH), oleh karena itu bukanlah Yakhid, tetapi Echad.
Dan karena itu penulisan dengan kata Echad, menunjukan Cara Kerja-Nya, yang menyatakan bahwa Dialah Aktif dan Yang Hidup, itulah tujuan dari penulisan kata Echad. Sedangkan kata Yakhid tidaklah menunjukan Aktif dan tidaklah menunjukan Hidup. Ada tertulis : Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga." Yohanes 5:17
Jadi kata satu disini adalah Echad, dan bukanlah Yakhid, ada tertulis : Aku dan Bapa adalah satu." Yohanes 10:30
c. Dengan keberadaan kata Allah di dalam seluruh Kitab Suci-Nya, maka Kitab disini menjadi mati dan tidaklah hidup.
Sebab kata YHVH yang tertulis di dalam seluruh Kitab Suci-Nya disini adalah Kata Kerja dan yang juga dengan Cara Kerja-Nya (HAYAH - HOVEH- YIHEYEH), oleh karena itu bukanlah Yakhid, tetapi Echad.
d, Kata Elohim adalah kata yang menunjukan Echad tetapi memiliki makna yang jamak, itulah arti dari kata ECHAD (AHAD) yang adalah kesatuan dari yang jamak. Maka kata yang tepat dalam penulisan di Kejadian 1:1 adalah dengan kata Elohim, dan bukannya dengan kata Allah! Ada tertulis : Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi. Kejadian 1:1
Bere'shit (In A Beginning) Bara (He Created, Verb Qal Perfect 3rd Masculine Singular) 'Elohim (Plural of Majesty) 'Et (To) Hashamayim (The Sky) Ve'et (And To) Ha'Arets (The Earth). Jadi dengan dua kata disini : 'Elohim (Plural of Majesty) yang adalah maksud Cara Kerja-Nya, yang diikuti dengan kata Bara (He Created, Verb Qal Perfect 3rd Masculine Singular), sudah menunjukan dari dari kata Echad. Sebab kata Elohim sendiri adalah kata Plural of Majesty yang artinya makna jamak, tetapi menunjukan Echad, maka kata yang mengkuti selanjutnya adalah kata Singular, yaitu kata Bara yang artinya : He Created, Verb Qal Perfect 3rd Masculine Singular.
Demikianlah kata וַיִּבְרָא - VAYIV'RA', di Kejadian 1:27"dan Dia menciptakan" adalah kata בָּרָא - BARA' {Dia menciptakan, Verb Qal Perfect 3rd Mas. Sing.} dengan konjungsi " וַ - VA" ("dan") di depannya.
e, Kata Elohim adalah kata yang menunjukan Echad tetapi memiliki makna yang jamak, itulah arti dari kata ECHAD (AHAD) yang adalah kesatuan dari yang jamak. Maka kata yang tepat yang mengutinya dari penulisan kata VAYOMER di Kejadian 1:3;1:6;1:9;1:11;1:14;1:20;1:24;1:26;1:29 adalah dengan kata Elohim, dan bukannya dengan kata Allah!
Demikianlah kata Yomar ini berlangsung di Kejadian 1:3-29 dengan kata (וַיֹּאמֶר) - VAYOMER, "dan Dia menciptakan" adalah kata (יֹּאמֶר) - Yomar' dalam stem Verb (PA'AL) Qal Imperfect 3rd Mas. Sing dengan konjungsi " וַ - VA" ("dan") di depannya.
Jadi dengan dua kata disini : 'Elohim (Plural of Majesty) yang adalah maksud Cara Kerja-Nya, yang diikuti dengan kata VAYOMER (He Will Say, Verb Qal Imperfect 3rd Masculine Singular), sudah menunjukan dari dari kata Echad.
f. Kata Elohim adalah kata yang menunjukan Echad tetapi memiliki makna yang jamak, itulah arti dari kata ECHAD (AHAD) yang adalah kesatuan dari yang jamak. Maka kata yang tepat dalam penulisan di Yohanes 1:1 adalah dengan kata Elohim, dan bukannya dengan kata Allah! Ada tertulis : Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Elohim dan Firman itu adalah Elohim. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Elohim. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Yohanes 1:1-3
Jadi dari pembukaan Kitab Suci-Nya di Kejadian 1:1-29 dan di Yohanes 1:1 itu sudah menunjukan "Echad" kepada dunia Yahudi - Kristen dan seluruh dunia. Maka kata Allah tidaklah tepat dan tidaklah benar untuk diuji coba atau apapun dengan caranya manusia untuk mencobainya dengan menempatkan kata Allah di dalam seluruh Kitab Suci-Nya disini!
…

